Minggu, 21 Februari 2016

Sejarah Skinhead



Senin, 14 Mei 2012


Pertama orang mendengar Oi! pasti identik denganSkinhead, sementara skinhead identik denganrasisme. Jadi kesalahpahaman yang muncul, Oi! adalah musik rasis. Budaya ini mulai dengan masuknya imigran Jamaika ke Inggris. Cara berpakaian skinhead diadopsi dari Rude boys (ingatSka) dan Mods, tapi dengan tampilan yang lebihTough dan Rough. Skinhead yang sebenarnya tidak rasis, akan tetapi imej skinhead disalahgunakan oleh kaum kanan Neo-Nazi untuk menciptakan karakteryang keras. tetapi sesungguhnya bahwa skinhead bukanlah seorang yang rasis,dan perlu di ketahui bahwa image skinhead yang sesungguhnya memanglah keras bukan berarti rasisme

Oi! di Indonesia

Di Bandung sendiri, Oi! dimulai pertengahan 90-andiawali dengan Runtah. Ketika terjadi booming Ska di Indonesia, bermunculan banyak Skinhead, entah mereka hanya poseurstrendy wankers ataupun a true SKINHEAD itselfs. Seiring dengan "mati"-nya tren ska karena dihantam secara dahsyat oleh major label, maka menghilang pulalah Skinhead. Tapi ingat, setiap hilangnya suatu tren bukan berarti hilang pulasubkultur yang tercipta atau terbawa oleh trend tersebut. Walaupun sedikit, tapi Skinhead di Indonesia, di Bandung khususnya still going strong and getting bigger. Ada beberapa organisasiSkinhead di dunia yang masuk ke Indonesia. Antara lain adalah Red Anarchist Skinhead dan Skinhead Against Racial Prejudice. Bahkan Neo-Nazi Skinhead sendiri ada di negara kulit berwarna seperti Indonesia ini. Beberapa gelintir Skinhead Rasis ini terlihat di Bandung dan Jakarta. Di Yogyakarta para Skinhead umumnya sudah mengerti asal muasal Sub Kultur ini. Di Yogyakarta beberapa band skinhead memainkan ska selain Oi! dan Hardcore.
Sampai saat ini sudah banyak sekali band Oi! di Bandung, seperti HaircutsRentenirBattle 98The Real EnemySanfranskinsOne Voice,OppressionHead,Virgin Oi!,Wfc kids dan banyak lagi. Karena gelombang Skinhead Rasis yang mulai meresahkan maka beberapa skinhead non-rasis dan anti rasis dari beberapa band Oi! di bandung , membuat sebuah band bernama Combat 34 yang sangat anti rasis, nama band ini adalah ejekan untuk skinhead rasis di Jakarta yg menamakan diri COMBAT 18 Indonesia, lagu-lagu mereka bercerita tentang apa gunanya jadi rasis di Indonesia, ajakan berkelahi untuk para skinhead rasis, dan pastinya juga tentang sepak bola, perkelahian di jalan, dengan moto mereka "Sometimes Anti-Social but Always Anti-Racist". Band-band tadi sudah merilis beberapakompilasi dan mini album di bawah naungan United Races Records. Skinhead di Bandung sering terlihat di workers store di gedung Miramar lantai dasar sebelah Palaguna. Sekarang Gd. Miramar ini sudah tidak ada, dan kita dapat menemui mereka di BS, SI, ANN, juga di P.I. (Pasar Induk: sebutan untuk Mal pertama di Bandung) yang berlokasi di belakang mal Bandung Indah Plaza.
Jangan lupakan kota pelajar, Yogyakarta, disini ada banyak band2 Oi!/streetpunk, mereka masing2 memiliki ciri yang berbeda antar bandnya, sepertiCaptain Oi!SardonicElang BondolSelokan MataramBala Nusantara dan masih banyak lagi, selain banyak yang sudah bubar, beberapa band ini berada di bawah naungan Realino Records, Ruckson Music (milik salah satu personel Dom 65), Unite n Strong. skinhead di Yogyakarta dapat ditemui di daerah jalan Mataram dan depan circle K dekat Tugu jalan Diponegoro. Ada beberapa album baik full ataupun kompilasi yang telah beredar. Beberapa dari mereka mencoba membuat pakaian sendiri yang diadaptasi dari kaos-kaos polo fred perry.
Di Jakarta sendiri scene skinhead cukup berkembang dengan baik. Kita dapat menemui banyak skinhead di seputaran kota ini. Mulai dari Trad Skins, SHARP Skins, sampai yang Rasis pun ada. Band-band Oi! asal Jakarta antara lain adalahThe EndAnti-SquadGaruda Botakthe Gross dan lainnya.
Begitu pula di Denpasar Bali, komunitas skinhead begitu berkembang pesat, ini dibuktikan dengan munculnya beberapa Band Oi! seperti misalnya The ResistancePaku 5Metro MiniBootboisThe StomperThe BOiS dan masih banyak lagi. Saat ini komunitas skinhead di Denpasar berpusat pada sebuah tempat di daerah seputaran Jalan Imam Bonjol yaitu sebuah warnet yang oleh pemiliknya diberi nama SKINET yang mempunyai artiSKINHEAD NETWORK, disinilah para komunitas skinhead di Bali berkumpul.

Jumat, 27 November 2015

gambar skinhead style

Hasil gambar untuk skinhead style

foto ska

Hasil gambar untuk skinhead indonesia reverbnation

logo skinhead

Hasil gambar untuk skinhead indonesia reverbnation

skinhead indonesia

Hasil gambar untuk skinhead indonesia reverbnation

foto

Hasil gambar untuk lirik lagu under 18

lirik lagu sama


SAMA (feat. Seeon 'UNDER 18')

SAMA

ketika disisni merasa sangat berbahaya
tak ku biarkan untuk mereka menatapku menghina
tapi teriak ku disini membuatku berdiri bergerak


takkan bisa membiaskan semua yang tergerak
ketika kita mampu membuat semua jadi bersatu
elegansilah yang membuatmu dengan semua akan berjarak
dan sikap angkuhmu dan semuanya yang membuat mereka tak mendekat
coba mendekatlah turunkanlah meleburlah dengan.....


* semua
bisa meraihnya,kepalkanlah eratkanlah tangan kita
satukan kita semua


lihatlah disini semuanya bisa menyatu
tanpa aturan dan paksaan semua bisa satu
semua tergerak dan bergerak hanya dengan satu senyuman
coba mendekatlah turunkanlah meleburlah dengan........


* semua
bisa meraihnya,kepalkanlah eratkanlah tangan kita
satukan kita semua...
kita semua disini kita sama


lupakan semua..........satukan semua..........teriak bersama
jangan lihat yang menatap sebelah mata
dan hati kita disini tak berbeda
kita semua sama
satukan semua


semua
bisa meraihnya,kepalkanlah eratkanlah tangan kita
satukan kita semua


teriak
lepaskanlah semua,kelebihan kebencianmu semua
disini kita sama
kita semua disini kita sama
kita semua disini kita....disini kita sama